Strategi Cara Promosi di WhatsApp Dengan Tehnik WhatsApp Marketing

Jika Anda tertarik ingin belajar tehnik WhatsApp marketing yang ampuh dan tidak menguluarkan biaya iklan silahkan simak Strategi Cara Promosi di WhatsApp Dengan Tehnik WhatsApp Marketing berikut.

Sejak di rilis pada November 2009 yang lalu pengguna aplikasi pengirim pesan gratis WhatsApp kian banya di pakai di seluruh dunia, sampai artikel ini di terbitkan pengguna WhatsApp sudah mencapai 5 Miliar Pengguna lebih. Karena pemakainya yang tak terkendali membuat aplikasi ini di manfaat oleh kalangan pembisnis untuk mempromosikan produknya dengan menerapkan strategi WhatsApp Marketing.

WhatsApp juga di ketahui rajin mengupdate berbagai fitur untuk mendukung pertumbuhan bisnis seperti menghadirkan aplikasi khusus whatsapp for business. Dengan memanfaatkan fitur yang ada di WhatsApp kita lebih di permudah untuk menerapkan berbagai strategi promosi Untuk mendapatkan prospek baru, berikut Strategi Cara Promosi di WhatsApp Dengan Tehnik WhatsApp Marketing yang bisa Anda manfaatkan untuk bisnis Anda.

2 Strategi Cara Promosi di WhatsApp Yang Ampuh

Sebenarnya Ada cukup banyak Strategi Cara Promosi di WhatsApp yang bisa di terapkan untuk bisnis. Namun jika disimpulkan akan menjadi 2 kategori utama yaitu:

  1. Strategi Mencari Target
  2. Strategi Menjadi Magnet

Untuk detil penjelasan dan melihat perbedaan keduanya, saya akan membahasnya satu per satu.

1. Strategi Mencari Target

Mencari target disini artinya kita fokus mencari sebanyak-banyaknya nomor WhatsApp aktif artinya bisa dihubungi, dan orangnya real.

Beberapa cara umum yang banyak dilakukan untuk mendapatkan database nomor WhatsApp aktif adalah:

  1. Membeli database nomor WhatsApp dari penjual
  2. Scrape nomor WhatsApp dari sebuah grup WA menggunakan tools khusus seperti WBSPRO
  3. Menggunakan sistem random generate nomor WhatsApp dengan tools tertentu

Biasanya untuk memastikan keaktifan nomor WhatsApp yang didapat dari ketiga cara di atas adalah menggunakan bantuan tools validator nomor.

Setelah punya database nomor WhatsApp tersebut, lalu langkah berikutnya adalah mengirimkan pesan penawaran.

Ini bisa via chat manual satu per satu, bisa juga menggunakan fitur broadcast secara legal yang
disediakan oleh whatsapp atau bisa juga menggunakan tools tambahan tertentu.

Di tahap inilah umumnya masalah bermunculan:

1# Biasanya pesan yang dikirim langsung jualan padahal si penerima sama sekali belum mengenal kita.

Ini sama seperti laki-laki mendatangi wanita langsung nembak mengajak menikah. Tidak melalui tahapan pendekatan, sehingga berakhir dengan penolakan.

2# Karena pesan dianggap spam, banyak penerima yang marah, memblokir dan juga melakukan report.

Ini tentu berbahaya dan sangat beresiko menyebabkan akun WA pengirim dibanned oleh pihak whatsapp.

3# Karena database no WA-nya banyak, sehingga pengiriman pesannya massal. Ini akan sulit dilakukan secara manual, dan biasanya menggunakan tools.

Masalahnya adalah sebagus apapun tools yang digunakan, biasanya akan tetap memiliki masalah
dalam penggunaannya. Selain itu resiko akun WA pengirim pesan dibanned oleh pihak whtsapp juga sangatlah besar.

Kita harus menyadari bahwa hakikatnya aplikasi seperti whatsapp ini dibuat untuk tujuan komunikasi normal manusia bukan pesan massal spam via robot.

Artinya jika whatsapp punya sistem atau mekanisme untuk bisa mengenali aktivitas yang tidak normal dari seorang penggunanya adalah hal yang wajar.

Beberapa Poin Penting Strategi Cara Promosi di WhatsApp

• Gunakan foto profil yang profesional
• Tulislah kalimat penting di bagian info atau deskripsi profil
• Kirimkan konten yang bermanfaat jangan langsung promosi
• Kenalkan siapa Anda
• Gunakan pesan yang singkat dan mudah dipahami
• Jualan hanya produk yang terbukti bagus
• Gunakan trik jualan softselling
• Sertakan cara mereka berhenti menerima pesan misalnya mereka bisa balas dengan kata STOP

Meskipun Anda sudah mempraktekan semua poin di atas, jangan kaget kalau hasilnya belum memuaskan. Anda harus siap jika menerima balasan dengan bahasa yang kasar, marah, blokir bahkan banned akun WA.

Itu karena mereka tidak merasa memberikan no WA nya kepada Anda tapi tiba-tiba dapat pesan promo.

Tips untuk mengirim pesan kepada orang yang baru adalah jangan langsung promosi karena mereka masih termasuk cold market. Ubah mereka jadi warm market, pelan-pelan dibuat mengenal Anda. Untuk menciptakan trust, tawarkan bantuan, berikan sample produk, atau tunjukan bukti.

Contoh:
Anda menjual konten tulisan (artikel) siap pakai untuk blog, telegram channel, email marketing dll. Anda bisa kirim pesan WA seperti ini:

“Halo Kak, kenalkan nama saya XXXX, saya menjual konten tulisan (artikel) untuk dijadikan postingan blog, telegram channel, email marketing, sosmed dll.

Saya punya 5 contoh konten tulisan yang sudah jadi. Kalau Kakak berminat untuk melihatnya, silahkan balas chat WA ini dengan kata “MAU LIHAT SAMPLE”.

Sedangkan kalau Kakak sama sekali tidak butuh konten tulisan seperti itu, Kakak bisa balas dengan kata “STOP” agar saya tidak lagi mengirim pesan berikutnya.”

Dengan pesan seperti itu mereka akan mendapat gambaran terkait kualitas produk yang ditawarkan.

Meminta mereka membalas pesan dengan jawaban minat atau stop itu bisa memfilter atau segmentasi agar promosi efektif hanya kepada yang berminat saja.

Jadi mereka yang balas dengan kata “STOP” maka nomonrnya bisa dihapus agar tidak menerima promosi lagi.

Ketika mereka mau membalas pesan, whatsapp juga akan menilai bahwa komunikasi tersebut normal. Dan ini penting untuk menghindari banned.

Itu adalah beberapa tips, tapi pada dasarnya metode mencari target seperti ini kurang cocok digunakan untuk bisnis yang butuh branding yang elegan.

2. Strategi Menjadi Magnet

Sesuai namanya ‘menjadi magnet’ maka disini bukan kita yang mengejar calon pembeli melainkan sebaliknya yaitu mereka yang mendatangi kita. Terdengar lebih keren kan?

Saya menyarankan Anda menggunakan metode ini jika bisnis Anda membutuhkan branding yang baik.

Kelebihan metode ini:
• Tidak ada resiko blokir, report atau banned
• Berfokus pada kualitas database
• Branding menguat dan bermanfaat jangka panjang
• Lebih elegan dan juga efektif

Contoh langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempraktekan metode ini:

Buatlah give away atau sediakan penawaran gratis yang bernilai dan menarik untuk calon pembeli.

Dari contoh sebelumnya yaitu jika kita menjual kumpulan konten tulisan (artikel) siap pakai.

Misalnya, ambil 5 konten sample, jadikan 1 file PDF. Tawarkan secara gratis dimana mereka bisa pakai konten tersebut untuk berbagai keperluan.

Simpan file PDF di Google Drive, ambil linknya, lalu bungkus dengan bitly.com agar lebih pendek.

Agar file PDF tersebut lebih menarik, buatlah sebuah cover 3d (gambar seperti kemasan buku) untuk ditampilkan di web landingpage penawaran.

Visitor web yang ingin mendapatkan file PDF tersebut menekan tombol yang mengarah ke chat WA no Anda.

Dari chat tersebut Anda bisa berikan link download yang sudah dipendekan bitly tadi. Anda juga bisa tawarkan diskon atau bonus untuk mereka yang berminat beli kumpulan konten versi berbayarnya.

Dengan mereka chat duluan maka nama mereka akan muncul, dan bisa Anda simpan ke Google Contact. Itulah database Anda yang legal dan berkualitas.

Legal artinya mereka datang sendiri dengan sukarela, sedangkan berkualitas artinya mereka jelas memiliki minat terhadap penawaran Anda.

Meskipun begitu, Anda harus tetap tawarkan kata “STOP” di setiap pesan agar list Anda tetap sehat.

Semoga bermanfaat, dan salam sukses.